Gejala Penyakit Hernia pada bayi

 0
Gejala Penyakit Hernia pada bayiby adminon.Gejala Penyakit Hernia pada bayiBayi yang baru lahir pastinya akan mebuat orang ta merasa bahagia dan juga sangat merasa beruntung dikaruniai buah hati yang sangat dinantikan, Namun apa yang terjadi ketika sang bayi menderita penyakit yang menjadi bawaan nya sejak lahir, hernia adalah salah satu penyakit yang mungkin saja bisa jadi bawaan itu. Diagnosa yang dilakukan pun menyebutkan jika […]

Bayi yang baru lahir pastinya akan mebuat orang ta merasa bahagia dan juga sangat merasa beruntung dikaruniai buah hati yang sangat dinantikan, Namun apa yang terjadi ketika sang bayi menderita penyakit yang menjadi bawaan nya sejak lahir, hernia adalah salah satu penyakit yang mungkin saja bisa jadi bawaan itu. Diagnosa yang dilakukan pun menyebutkan jika ini secara alami ada dan tidak terjadi seperti pada orang dewasa kebanyakan, jika pada orang dewasa dikarenakan perkerjaan yang berat seperti kuli yang selalu menanggung beban yang menumpuk, lain hal nya dengan yang terjadi paad bayi, ini ada karena memang saluran yang berada dekat kemihnya sedikit agak besar, sehingga saluran usus yang ada diatas nya cenderung masuk ke dalam..

  Cara-Mengobati-Hernia-Pada-Bayi-2-Bulan

Kasus hernia pada bayi dan anak tidak sebanyak pada orang dewasa. Merupakan dari sebuah penelitian yang menyebutkan 1 – 2 % dari bayi yang lahir terkena penyakit ini. dan jarang sekali kasus hernia pada bayi ini dikemukakan kepada umum. Padahal karena satu dan lain hal, mungkin hernia pada anak harus lebih diwaspadai dibanding pada orang dewasa.

Ciri-ciri hernia pada anak bayi

Ciri dan gejala nya tidak semudah dilihat seperti pada orang dewasa, pada anak sangat sulit dan bahkan pada awal tidak terlihat sama sekali. Itu karena, berbeda dengan orang dewasa, bayi atau anak banyak yang belum bisa mengungkapkan rasa sakitnya atau menunjukkan disebelah mana ia sakit. Mereka biasanya hanya akan menangis. Sedangkan orang tua sering tidak tau kenapa si anak menangis. Apakah karena sakit, karena lapar ataukah karena udara kepanasan dan lain-lain. 

Cara-Mengobati-Hernia-Pada-Anak-Tanpa-Operasi

Mengejang dengan keras saat hendak BAB adalah salah satu ciri hernia. Itulah yang awalnya terjadi. Orang tuanya semula tidak tau bahwa si anak menderita penyakit tersebut. Yang mereka tau si anak sering rewel dan suka meringis. Orang tua bayi pun lantas curiga jika anaknya terkena tersebut. Dan kecurigaan orang tuanya terbukti setelah si anak dibawa ke dokter.

Hernia pada anak itu diketahui lantaran orang tuanya curiga dengan kelakuan si anak yang selalu mengejan keras jika hendak buang air besar (BAB). Si bayi kelihatan susah sekali setiap hendak BAB. Oleh dokter yang memeriksanya, anak itu disimpulkan terkena penyakit hernia dan dianjurkan untuk dioperasi.

Berhubung usianya yang masih sangat muda, orang tua bayi memutuskan menunda operasi sampai si bayi bisa ngomong atau berkomunikasi. Pertimbangannya, jika si anak sakit atau ada sesuatu yang tidak nyaman, maka dia bisa mengungkapkan rasa sakit atau rasa tidak nyaman-nya tersebut.

Operasi hernia

Jalan untuk menyembuhkan anak atau bayi yang mengalami hernia ini adalah dengan operasi, namun jangan khawatir, karena hernia ini termasuknya operasi kecil, tak banyak membutuhkan sesuatu yang serius, namun tetap harus diwaspadai. Dalam prakteknya, di meja operasi, setelah dilakukan pembedahan pada area dekat selangkangan, usus yang masuk itu, di kembalikan ke tempat semula, sedangkan saluran yang besar tersebut, diperkecil untuk mencegah terjadi kembali hernia.

Operasi yang berlangsung tak lebih dari 2 jam, dan alhamdulillah setiap operasi hernia yang dilakukan selalu berjalan dengan lancar dan sesuai prosedur. Pasien yang menjalani nya pun bisa sembuh dengan cepat.

Selepas operasi, pasti di bagian yang menjadi lokasi pembedahan akan timbul bekas, ini yang harus kita jaga dari anak agar tidak digaruk atau di mainkan karena anak belum bisa tahu jika itu adalah luka operasi yang tidak boleh untuk diganggu.

Operasi hernia sebaiknya jangan ditunda terlalu lama, karena semakin ditunda maka resiko terjadinya komplikasi akan semakin besar dan akan membuat pasien semakin menderita.

Operasi ini sangatlah penting, dan sejak usia masih dini akan sangat memabntu perkembangan anak, dan juga apabila operasi ini dilakukan sejak anak masih kecil, luka dan gejala itu 90 persen takkan pernah terjadi lagi, asalkan bisa menjaga diri dengan baik.

Author: 

Related Posts

Leave a Reply