Contoh makalah Proses Belajar Mengajar Efektif bagi Mahasiswa STAI

 0
Contoh makalah Proses Belajar Mengajar Efektif bagi Mahasiswa STAIby adminon.Contoh makalah Proses Belajar Mengajar Efektif bagi Mahasiswa STAIProses belajar mengajaryang kondusif dan juga berkala sangat di sukai oleh setiap mahasiswa, karena dengan adanya keteraturan tersebut, akan berdampak positif dan juga materi yag disampaikan akan bisa diterima secara maksimal. berikut ini ada contoh makalah Proses Belajar Mengajar Efektif yang berasal dari Mahasiswa STAI, KATA PENGANTAR             Alhamdulillahirabbil‘alamin, tiada kata lain yang patut untuk penulis ungkapkan selain ucapan syukur […]

Proses belajar mengajaryang kondusif dan juga berkala sangat di sukai oleh setiap mahasiswa, karena dengan adanya keteraturan tersebut, akan berdampak positif dan juga materi yag disampaikan akan bisa diterima secara maksimal. berikut ini ada contoh makalah Proses Belajar Mengajar Efektif yang berasal dari Mahasiswa STAI,

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

KATA PENGANTAR

            Alhamdulillahirabbil‘alamin, tiada kata lain yang patut untuk penulis ungkapkan selain ucapan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan, kesehatan dan kemampuan kepada penulis sehingga tugas makalah ini dapat selesai dengan baik dan tepat pada waktunya.

                   Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada baginda Muhammad SAW, para sahabat dan seluruh keluarga beliau serta para pengikut beliau hingga akhir zaman.

Selama penyusunan makalah ini, penulis telah mendapat bantuan dari berbagai pihak, terutama dari Drs.H. Syafei Firdaus, M.M.Pd selaku dosen pengasuh mata kuliah Belajar dan Pembelajaran. Serta ucapan terima kasih juga penulis persembahkan kepada semua pihak yang baik secara langsung ataupun tidak langsung ikut terlibat dalam penyelesaian makalah ini.

Akhirnya, mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekhilafan. Penulis mohon saran dan kritik yang sifatnya membangun guna lebih menyempurnakan makalah-makalah penulis selanjutnya.

        Sukabumi, Maret 2014

        Wassalam

        Penyusun

 DAFTAR ISI

 Kata Pengantar ………………………………………………………………………………….  i                                                                                Daftar Isi…………………………………………………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang…………………………………………………………………………. 1
  2. Rumusan Masalah……………………………………………………………………… 2
  3. Pembatasan Masalah………………………………………………………………….. 3
  4. Manfaat/ Tujuan……………………………………………………………………….. 4

BAB II PEMBAHASAN

  1. Hakikat Pembelajaran Efektif …………………………………………………….  3
  2. Karakteristik Belajar  Yang Efektif ……………………………………………..  5
  3. Kondisi yang Efektif Dalam Proses Pembelajaran …………………………  6
  4. Bagaimanakah Suasana Pembelajaran Efektif ……………………………….  9
  5. Memelihara Kondisi Dan Suasana Belajar Yang Efektif ………………..  11
  6. Strategi Pembelajaran Efektif ……………………………………………………..  14
  7. Manajemen Pengajaran Efektif …………………………………………………..  15
  8. Mengajar Yang Efektif ………………………………………………………………  17

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan…………………………………………………………………………….. 18
  2. Saran………………………………………………………………………………………. 19

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………… 20

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah, seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran, sementara siswa dibuat pasif, sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran tidak efektif. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru, maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif, guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar. Untuk bisa belajar efektif setiap orang perlu mengetahui apa arti belajar sesungguhnya. Belajar adalah sebuah tindakan aktif untuk memahami dan mengalami sesuatu. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Jadi, proses belajar terjadi jika anak merespon stimulus (rangsangan) yang diberikan guru, selain itu untuk meraih pembelajaran yang efektif peserta didik juga dapat dibimbing oleh Guru dari pengetahuan sebelumnya yang mereka miliki yang tersimpan dalam ingatan dan pemikiran mereka (Kognitif) dengan menggunakan teori dan metode pembelajaran dengan tepat. Jika hal itu belum terjadi maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan efektif dan optimal Tanpa menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat.

Makalah ini membahas bagaimana menerapkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari hakikat sebenarnya, sehingga dengan demikian akan terwujud suatu pembelajaran yang menghasilkan pembelajaran yang optimal sesuai tujuan yang akan dicapai.

  1. Rumusan Masalah

Untuk memudahakan pembahasan masalah tentang Belajar dan Pembelajaran.  Maka, perlu adanya Perumusan Masalah diantaranya:

1)      Bagaimana Hakikat Pembelajaran Efektif ?

2)      Bagaimana Karakteristik Belajar  Yang Efektif ?

3)      Bagaimanakah Kondisi Efektif Dalam Proses Pembelajaran ?

4)      Bagaimanakah Suasana Pembelajaran Efektif ?

5)      Apa Saja Upaya Memelihara Kondisi Dan Suasana Belajar Yang Efektif ?

6)      Apa Saja Strategi Pembelajaran Efektif ?

7)      Bagaimanakah Manajemen Pengajaran Efektif ?

8)      Bagaimanakah Mengajar Yang Efektif itu ?

  1. Pembatasan Masalah

Setiap makhluk di dunia mempunyai keterbatasan baik itu pendengaran, penglihatan, penciuman dan lain-lain. Begitu juga dengan saya selaku penyusun yang mempunyai kelemahan dan keterbatasan waktu, biaya, pengetahuan dan lain-lain. Maka dari itu, Penyusun membahas makalah ini sampai Bagaimanakah Mengajar Yang Efektif itu.

  1. Manfaat / Tujuan

Adapun manfaat/tujuan yang dapatdiambil dari isi makalah ini adalah

  1. menambah wawasan pengetahuan tentang mata kuliah Belajar dan Pembelajaran.
  2. sebagai sumber bacaan dan pengetahuan bagi yang  membutuhkan.
  3. sebagai bahan diskusi/pembahasan mahasiswa fakultas tarbiyah sebagai penambah khazanah ilmu pengetahuan.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. HAKIKAT PEMBELAJARAN EFEKTIF

Sebelum menelusuri apa sebenarnya hakikat pembelajaran efektif, akan diuraikan terlebih dahulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan belajar dan pembelajaran serta apa juga yang dimaksud dengan efektif. Berkenaan dengan hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

  1. Pengertian Belajar Dan Pembelajaran

Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagai suatu pola baru yang berupa kecakapan sikap kebiasaan, atau suatu pengertian. Belajar pada hakikatnya merupakan suatu usaha, suatu proses perubahan yang terjadi pada individu sebagai hasil dari pengalaman atau hasil dari pengalaman interaksi dengan lingkungannya.

Soemanto mengemukakan definisi belajar menurut para ahli bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. ”Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience.” Dengan demikian, perubahan-perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik atau kematangan, kelelahan, penyakit, atau pengaruh obat-obatan adalah tidak termasuk sebagai belajar.

Dapat disimpulkan bahwa secara umum pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. Pembelajaran bertujuan membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan nilai atau norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa menjadi bertambah, baik kuantitas maupun kualitasnya.

  1. Pengertian Efektif

Efektif adalah perubahan yang membawa pengaruh, makna dan manfaat tertentu. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan pada pemberdayaan siswa secara aktif. Pembelajaran menekankan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang dikerjakan, tetapi lebih menekankan pada internalisasi, tentang apa yang dikerjakan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh siswa.

Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran efektif merupakan sebuah proses perubahan seseorang dalam tingkah laku dari hasil pembelajaran yang ia dapatkan dari pengalaman dirinya dan dari lingkungannya yang membawa pengaruh, makna dan manfaat tertentu.

  1. Hakikat Pembelajaran Efektif

Dari defenisi belajar dan pembelajaran serta efektif, maka hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.

Peran utama dalam pengajaran adalah menciptakan model aktivitas pengajaran kuat dan tangguh. Intinya adalah aktivitas pengajaran sebagai penataan lingkungan, pengaturan ruang kelas, yang didalamnya para pelajar dapat berinterkasi dan belajar mengetahui bagaimana caranya belajar. Berkaitan dengan efektivitas pengajaran, untuk mencapai pembelajaran aktif, satu aspek penting adalah masalah metode yang digunakan guru dalam menciptakan suasana aktif. Proses pembelajaran dengan metode ceramah, guru mendominasi pembicaraan sementara siswa terpaksa atau bahkan dipaksa untuk duduk, mendengar dan mencatat hal ini sangat tidak dianjurkan. Metode ceramah harus dikurangi bahkan ditinggalkan.

Bentuk perubahan dari hasil belajar meliputi tiga aspek, yaitu :

  • Aspek kognitif meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasaan pengetahuan dan perkembangan eterampilan/kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut.
  • Aspek efektif meliputi perubahan-perubahan dalam segi sikap mental, perasaan dan kesadaran.
  • Aspek psikomotor meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik. (Daradjat, 1995: 197) Prestasi belajar siswa yang diperoleh dalam proses belajar-mengajar disekolah dapat dilihat dan diketahui dari nilai hasil ujian semester, yang kemudian dituangkan dalam daftar nilai raport.
  1. KARAKTERISTIK BELAJAR  YANG EFEKTIF

Pembelajaran dapat efektif apabila mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkansesuai dengan indikator pencapaian. Untuk mengetahui bagaimana memperoleh hasil yang efektif dalam proses pembelajaran, maka sangat penting untuk mengetahui cirri-cirinya. Adapun Pembelajaran yang efektif dapat diketahui dengan cirri:

1)        Belajar secara aktif baik mental maupun fisik. Aktif secara mental ditunjukkan dengan mengembangkan kemampuan intelektualnya, kemampuan berfikir kritis. Dan secara fisik, misalnya menyusun intisari pelajaran, membuat peta dan lain-lain.

2)        Metode yang bervariasi, sehingga mudah menarik perhatian siswa dan kelas menjadi hidup.

3)        Motivasi guru terhadap pembelajaran di kelas. Semakin tinggi motivasi seorang guru akan mendorong siswa untuk giat dalam belajar.

4)        Suasana demokratis di sekolah, yakni dengan menciptakan lingkungan yang saling menghormati, dapat mengerti kebutuhan siswa, tenggang rasa, memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri, menghargai pendapat orang lain.

5)        Pelajaran di sekolah perlu dihubungkan dengan kehidupan nyata.

6)        Interaksi belajar yang kondusif, dengan memberikan kebebasan untuk mencari sendiri, sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab yang besar pada pekerjaannya dan lebih percaya diri sehingga anak tidak menggantungkan pada diri orang lain.

7)        Pemberian remedial dan diagnosa pada kesulitan belajar yang muncul, mencari faktor penyebab dan memberikan pengajaran remedial sebagai perbaikan, jika diperlukan

Selain mengetahui karakteristik belajar yang efektif perlu diketahui juga bagaimana Karakteristik Guru Efektif, hal ini berguna untuk mengetahui keahlian dan keprofesionalan seorang pendidik dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif. Adapun karakteristknya yaitu:

1)        Memiliki minat terhadap mata pelajaran

2)        Memiliki kecakapan untuk menafsirkan suasana/iklim psikologis siswa

3)        Menumbuhkan semangat belajar

4)        Memiliki imajinasi dalam menjelaskan

5)        Menguasai metode/strategi pembelajaran

6)        Memiliki sikap terbuka terhadap siswa.

  1. KONDISI EFEKTIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Guru sebagai pembimbing diharapkan mampu menciptakan kondisi yang strategi yang dapat membuat peserta didik nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut. Dalam menciptakan kondisi yang baik, hendaknya guru memperhatikan dua hal: pertama, kondisi internal merupakan kondisi yang ada pada diri siswa itu sendiri, misalnya kesehatan, keamanannya, ketentramannya, dan sebagainya. Kedua, kondisi eksternal yaitu kondisi yang ada di luar pribadi manusia, umpamanya kebersihan rumah, penerangan serta keadaan lingkungan fisik yang lain. Untuk dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur, misalnya ruang belajar harus bersih, tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar, ruangan cukup terang, tidak gelap dan tidak mengganggu mata, sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau lengkap. Dalam mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif, maka perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Melibakan Sisiwa Secara Aktif

Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar. Dengan demikian aktifitas siswa sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Aktivitas belajar siswa dapat digolongkan ke dalam beberapa hal, antara lain :

  1. Aktivitas visual, seperti membaca, menulis, melakukan eksprimen dsb.
  2. Aktivitas lisan, seperti bercerita, tanya jawab, dsb.
  3. Aktivitasme mendengarkan, seperti mendengarkan penjelasan guru, mendengarkan pengarahan guru dsb.
  4. Aktivitas gerak, seperti melakukan praktek di tempat praktek.
  5. Aktivitas menulis, seperti mengarang, membuat surat, membuat karya tulis dsb.

aktivitas kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa, atau lebih memperhatikan aktivitas siswa. Berikut ini cara meningkatkan keterlibatan siswa :

  1. Tingkatkan partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai teknik mengajar.
  2. Berikanlah materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  3. Usahakan agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. Untuk itu guru harus mengetahui minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran.
  4. Menarik Minat Dan Perhatian Siswa

Kondisi pembelajaran yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini besar sekali pengaruhnya terhadap belajar, sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan sifat, bakat dan kecerdasan siswa. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat, bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati.

  1. Membangkitkan Motivasi Siswa

Motif adalah semacam daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau belajar. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa :

  • Guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya;
  • Pada awal kegiatan pembelajaran, guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, sehingga siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut.
  • Guru berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
  • Guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan usahanya sendiri;
  • Guru selalu berusaha menarik minat belajar siswa.
  • Sering-seringlah memberikan tugas dan memberikan nilai seobyektif mungkin.
  1. Memberikan Pelayanan Individu Siswa

Memberikan pelayanan individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan saja, melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas tertentu. Sistem pembelajaran individual atau pembelajaran privat, belakangan ini memang cukup marak dilakukan melalui les-les privat dan atau melalui lembagalembaga pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual. Dalam sistem pembelajaran tuntas, pelayanan individu merupakan kegiatan yang mesti dilakukan. Setiap sub materi pelajaran yang disajikan harus dapat dimengerti oleh semua siswa, tanpa terkecuali. Oleh karena itu dalam pembelajaran tuntas, materi pelajaran tidak boleh diteruskan sebelum materi yang sedang diajarkan dapat diserap oleh seluruh siswa.

  1. Menyiapkan Dan Menggunakan Berbagai Media Dalam Pembelajaran

Alat peraga/media pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Sebab, pembelajaran yang mengggunakan banyak verbalisme tentu akan membosankan. Sebaliknya pembelajaran akan lebih menarik, bila siswa merasa senang dan gembira setiap menerima pelajaran dari gurunya.

Di dalam menyiapkan dan menggunakan media atau alat peraga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, sebagai berikut :

  • Alat peraga yang digunakan hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang diasjikan.
  • Alat peraga yang dipilih hendaknya sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok.
  • Alat yang dipilih hendaknya tepat, memadai dan mudah digunakan.
  1. SUASANA PEMBELAJARAN EFEKTIF

Dalam kaitan dengan proses belajar mengajar hendaknya guru dapat mengarahkan dan membimbing siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga tercipta suatu interaksi yang baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa.

Untuk mewujudkan suasana kelas yang mendukung proses belajar mengajar yang dapat membantu efektivitas proses belajar mengajar yaitu :

1)      Memanggil setiap murid dengan namanya

2)      Selalu bersikap sopan kepada murid,

3)      Memastikan bahwa anda tidak menunjukkan sikap pilih kasih terhadap murid tertentu.

4)      Merencanakan dengan jelas apa yang anda lakukan dalam setiap pelajaran

5)      Mengungkapkan kepada murid-murid tentang apa yang ingin anda capai dalam pelajaran ini

6)      Dengan cara tertentu melibatkan setiap murid selama pelajaran.

7)      Memberikan kesempatan bagi murid untuk saling berbicara

8)      Bersikaplah konsisten dalam menghadapi murid-murid.

Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar, meningkatkan prestasi belajar siswa, dan lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar, maka diperlukan pengorganisasian kelas yang memadai. dalam hal ini akan diuraikan beberapa suasana yang efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran:

  1. Suasana Belajar Yang Menyenangkan

Suasana belajar yang menyenangkan membuat pembelajaran akan berjalan efektif, apabila suasana pembelajaran tersebut menyenangkan, peserta didik akan lebih Rileks, Bebas dari tekanan, Aman, Menarik, Bangkitnya minat belajar, Adanya keterlibatan penuh, Perhatian peserta didik tercurah, Lingkungan belajar yang menarik (misalnya keadaan kelas terang, pengaturan tempat duduk leluasa untuk peserta didik bergerak), Bersemangat, Perasaan gembira, Konsentrasi tinggi.

  1. Suasana Bebas

Suasana bebas atau terbuka (permisif) merupakan kebebasan bagi siswa dalam berbicara dan atau berpendapat sesuai dengan tujuan dari proses pembelajaran, sehingga dengan hal tersebut siswa tidak akan merasakan tekananan, adanya rasa takut, malu dan lainnya terhadap guru maupun sesame peserta didik.

  1. Pemilihan Media Pengajaran Dan Metode Yang Sesuai

Menurut Nasrun dalam forum pendidikan mengemukakan bahwa guru dituntut mampu memiliki dan menggunakan media pengajaran sesuai de ngan materi yang akan di sajikan, dituntut mampu menggunakan metode mengajar secara stimulan untuk menghidupkan suasana pengajaran dengan baik.

  1. UPAYA MEMELIHARA KONDISI DAN SUASANA BELAJAR YANG EFEKTIF

Strategi pengelolaan kelas adalah pola/siasat, yang menggambarkan langkah-langkah yang digunakan guru dalam menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas agar tetap kondusif, sehingga siswa dapat belajar optimal, aktif, dan menyenangkan dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Keberhasilan Untuk mencegah timbulnya tingkah laku-tingkah laku siswa yang mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar, guru berusaha mendayagunakan potensi kelas, memfokuskan perhatian kepada peserta didik, memahami mereka secara individu dan memberi pelayanan-pelayanan tertentu yang merupakan wujud dukungan dari warga sekolah.

  1. Tanggung Jawab Pendidik

    Dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru sebagai pembimbing mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melaksanakannya. Adapun yang harus dilakukan seorang guru adalah:

  • Guru sebagai perancang pengajaran dituntut memiliki kemampuan untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar secara efektif, yang berarti harus memiliki pengetahuan dan keahlian yang profesional serta kesiapan pada proses belajar mengajar.
  • Guru sebagai pengelolah pengajaran, dituntut untuk memiliki kemampuan mengelolah seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan suasana belajar yang menguntungkan bagi siswa sehingga siswa benar-benar belajar secara efektif .
  • Guru sebagai evaluator of learning, dituntut untuk secara terus menerus mengikuti prestasi belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu. Informasi ini merupakan umpan balik terhadap proses kegiatan belajar mengajar sehingga memperoleh hasil yang optimal.
  •  Guru sebagai pembimbing, dituntut untuk mengadakan pendekatan secara instruksional yang bersifat pribadi dalam setiap proses belajar mengajar berlangsung. Pendekatan pribadi dimaksudkan untuk lebih mengenal dan memahami murid-murid secara mendalam sehingga dapat membantu dalam keseluruan belajar mengajar.
  • Guru harus menjadi pembimbing dan penyuluh yang tegas yang memelihara dan mengarahkan perkembangan pribadi dan keseimbanggan mental murid-muridnya. Guru juga menjadi orang tua murid didalam mempelajari dan membangun system nilai yang dibutuhkan dalam masyarakat dalam dewasa ini.
  1. Penataan Lingkungan Belajar

Dalam memelihara kondisi dan suasana yang efektif perlu adanya penataan lingkungan belajar. Aktivitas guru dalam menata lingkungan belajar lebih terkonsentrasi pada pengelolaan lingkungan belajar di dalam kelas. Oleh karena itu guru dalam melakukan penataan lingkungan belajar dikelas tiada lain melakukan aktivitas pengelolaan kelas atau manajemen kelas (classroom management). Menurut Milan Rianto, pengelolaan kelas merupakan upaya pendidik untuk menciptakan dan mengendalikan kondisi belajar serta memulihkannya apabila terjadi gangguan dan/atau penyimpangan, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

  1. Cara Pegajaran Pendidik

 Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi, maka seorang Pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapat mengaplikasikannya secara pleksibel.

Dalam hal ini guru harus mempunyai pengetahuan dan keahlian yang profesional dalam pelaksanaan pembelajaran. Dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pelajaran, strategi pengajaran, mempunyai keahlian manajemen kelas, keahlian motivasional, keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam. Dalam hal ini Pentingnya Guru Memotivasi Siswa merupakan salah satu yang urgen dalam meningkatkan minat belajar siswa. Untuk itu guru harus:

1)      Siswa senantiasa memerlukan dorongan dari guru

2)      Siswa perlu bekerja dan berusaha sesuai tuntutan belajar

3)      Motivasi perlu dimiliki oleh siswa agar mereka memiliki ketangguhan dalam   belajar

Motivasi merupakan proses yang kompleks, hal ini terlihat bahwa motivasi merupakan upaya untuk mengubah sesuatu hal yang bersifat positif dalam pembelajaran. Hal ini karena:

  1. Motif merupakan sebab terjadinya tindakan
  2. Individu memiliki kebutuhan dan harapan yang senantiasa berubah
  3. Manusia ingin memiliki kepuasan atas tercapainya kebutuhan
  4. Perilaku yang mengarah pada tujuan tidak selalu mencapai kepuasan

Guru harus mampu dan tahu bagaimana memotivasi siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Dengan ini ada beberapa prinsip-prinsip dalam mengembangkan memotivasi siswa yaitu:

  1. Prinsip Kompetisi
  2. Prinsip Pemacu
  3. Prisnip Ganjaran dan Hukuman
  4. Kejelasan dan kedekatan tujuan
  5. Pemahaman hasil
  6. Pengembangan minat
  7. Lingkungan yang kondusif
  8. Keteladanan

Dapat diambil kesimpulan bahwa dalam memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif maka harus terwujud seorang guru yang bertanggung jawab dalam melaksanakan pembelajaran, adanya penataan lingkungan belajar yang baik, serta cara atau strategi pengajaran seorang guru yang profesional.

  1. STRATEGI PEMBELAJARAN EFEKTIF

Cara belajar yang efektif dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai. Untuk meningkatkan cara belajar yang efektif diperlukan strategi yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan dengan optimal dan seefektif mungkin. Dalam melaksanakan strategi tersebut, diperlukan beberapa hal yaitu:

  1. Prinsip-Prinsip Belajar

Prinsip belajar merupakan cara untuk mencapai pembelajaran yang efektif. Dengan adanya prinsip belajar ini, akan terjadi sebuah perubahan bagi peserta didik yang signifikan diantaranya:

  1. Perubahan yang disadari
  2. Perubahan yang berkesinambungan
  3. Perubahan fungsional
  4. Perubahan bersifat positif aktif
  5. Perubahan secara permanen
  6. Perubuhan yang terarah
  7. Esensi Belajar
  8. Perubahan seluruh aspek pribadi
  9. Proses yang disengaja dan disadari
  10. Terjadi karena ada dorongan/kebutuhan yang ingin dicapai
  11. Bentuk pengalaman yang sistematis, dan terarah
  12. Rangkaian Aktivitas Belajar
  13. Adanya kebutuhan dan tujuan : merasakan adanya kekurangan
  14. Kesiapan untuk memenuhi kebutuhan
  15. Pemahaman situasi : melihat aspek yang terkait dengan belajar
  16. Menafsirkan situasi : hubungan berbagai aspek
  17. Respons : aktivitas belajar

Pengelolaan atau manajemen adalah kemampuan dan keterampilan untuk melakukan suatu kegiatan, baik bersama orang lain atau melalui orang lain dalam mencapai tujuan organisasi.

Pertama, manajemen pembelajaran adalah proses pendayagunaan seluruh komponen yang saling berinteraksi (sumber daya pengajaran) untuk mencapai visi dan misi pengajaran, Kedua, manfaat manajemen pengajaran adalah sebagai aktivitas profesional dalam menggunakan dan memelihara kurikulum (satuan program pengajaran) yang dilaksanakan, Ketiga, secara organisasional pembelajaran atau kegiatan aktivitas pengajaran guru dituntut memiliki kesiapan mengajar dan murid disiapkan untuk belajar, Keempat, dalam menjalankan fungsi manajemen pembelajaran guru harus memanfaatkan sumber daya pengajaran (learning resources) yang ada di dalam kelas maupun di luar kelas.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan berkaitan dengan manajemen dalam suatu model pembelajaran , yaitu :

  • Manajemen efektif adalah hasil dari sejumlah faktor, tidak ada cetak biru/pedoman yang sederhana bagi manajemen kelas yang efektif. Guru harus menentukan kebutuhan murid-murid dengan mengembangkan suatu sistem manajemen untuk keseharian kepada kebutuhan kepribadian anak yang diharapkan berinteraksi terhadap prestasi tertentu.
  • Manajemen efektif mendorong keberhasilan murid. Fungsi manajemen yang baik adalah sebagai alat penghubung kekuatan yang dimiliki murid ke dalam suatu pengalaman pembelajaran produktif jika murid belajar secara efisien, maka guru akan lebih berusaha mencapai prestasi dalam pengelolaan kelas yang lemah.
  • Keberhasilan meningkatkan penghargaan kepada murid jika murid-murid berprestasi, ada hasil perasaan puas, maka harga diri dan dorongan untuk berprestasi semakin tinggi.
  • Manajemen efektif bebas dan tidak terbatas. Banyak guru mempercayai bahwa jika manajemen terlalu terstruktur, hal itu mengurangi kreativitas murid. Bagaimanapun manajemen efektif memberikan kepada murid dengan pedoman yang jelas dan bekerja. Keadaan ini menyebabkan pola kerja yang konsisten dan bebas dari kebingungan dan disiplin yang kurang terstruktur untuk menghasilkan penuh kreativitas mereka.
  • Manajemen efektif melibatkan perhatian dan pengembangan inovasi. Hal itu seharusnya muncul untuk murid bahwa manajemen dilaksanakan oleh guru untuk memelihara pembelajaran murid dan mengembangkan inovasi aktivitas pengajaran.
  • Problem manajemen mungkin saja tidak menghargai kualitas sistem pengajaran.
  • Manajemen efektif mencakup pengaruh ulang terhadap perilaku diinginkan dan penguatan dari perilaku yang diinginkan.
  • Guru-guru adalah model dari perilaku yang diterima. Pembelajaran yang terobsesi seharusnya dijadikan model oleh para guru.
  • Manajemen efektif menuntut teamworks, kepala sekolah, guru-guru, orang tua, masyarakat, dan profesional pendidikan lainnya. Bekerja secara konsisten menuju tujuan yang sama.

Untuk keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran, menurut Urlich dkk ada tiga perlakuan yang harus dilakukan guru yaitu : Pertama, They are well organized in their planing, Kedua, they communikate effectively with their students, and, Ketiga, they have high expectations of their student.

  1. MENGAJAR YANG EFEKTIF

Mengajar adalah membimbing siswa agar mereka mengalami proses belajar. Dalam belajar para siswa menghendaki hasil belajar yang efektif: Demi tuntutan tersebut guru harus membantu dengan cara mengajar yang efektif pula. Mengajar efektif adalah mengajar yang dapat membawa belajar yang efektif. Untuk dapat mengajar secara efektif guru harus mampu menciptakan iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. Kondisi yang dimaksudkan hanya dapat tejadi apabila guru mengajar menggunakan prinsip-prinsip mengajar.

Mursel dalam hal ini mengemukakan enam prinsip mengajar, yang apabila ke-enam prinsip mengajar itu digunakan/ditempatkan dengan sebaik-baiknya maka’-iklim belajar yang menunjang terciptanya kondisi bagi terjadinya proses belajar akan dicapai. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Konteks
  2. Fokus

1) Memobilisasi tujuan

2) Belajar yang efektif mempunyai ciri antara lain uniformitas (keseragaman)

3) Mengorganisasi belajar sebagai suatu proses eksplorasi dan penemuan

  1. sosialisasi
  2. individualisasi
  3. urutan
  4. evaluasi

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian pelaksanaan oleh guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran.

Pada hakikatnya pembelajaran yang efektif merupakan proses belajar mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.

Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya, maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar, keahlian guru dalam mengajar, fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik.

Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif, optimal dan menyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal.

  1. SARAN

Adapun saran yang dapat saya sampaikan adalah

1)      Agar para pembaca dapat mempelajari makalah yang kami buat dan mengerti isi serta ruang lingkupnya sehingga dapat diambil pelajaran dan diterapkan dalam kehidupan, Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

2)      semoga para pembaca dapat mengkaji dengan baik dan bias melengkapi kekurangan makalah yang kami buat

3)      kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini jauh dari kata lengkap dan sempurna. Masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam hal sisitematika makalah maupun isinya. Maka dari itu, kami sebagai penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun  dari teman-teman dan dosen mata kuliah BELAJAR DAN PEMBELAJARANdemi perbaikan dalam penyusunan makalah yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Djiwandono, Sri Esti Wuryani, Psikologi Pendidikan (Jakarta: PT Grasindo, 2002)

Mulyasa, E., Menjadi kepala sekolah profesional: dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2003)

Nawawi, Hadari, Organisasi Sekolah dan Pengelolaaan Kelas sebagai Lembaga Pendidikan (Jakarta: Haji Masagung, 1989)

Nasrun, Media, Metode, dan Pengelolaan Kelas Terhadap Keberhasilan Praktek Lapangan Kependidikan, (Forum pendidikan :Universitas Negeri Padang, 2001)

Purwanto, Ngalim, Psikologi pendidikan remaja (Bandung: Remaja Rosda Karya,1996)

Prayitno, Dasar teori dan praksis Pendidikan (Jakarta: Grasindo, 2009)

Rianto, Milan, Pengelolaan Kelas Model Pakem (Jakarta: Dirjen PMPTK, 2007)

Rosyada, Dede, Paradigma Pendidikan Demokratis: sebuah Model Pelibatan Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan (Jakarta: Prenada Media, 2004)

Santrock, John W., educational Psychology, Terj.Tri wibowo B.S, Psikologi Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group, 2008)

Semiawan, Cony, Pendekatan Keterampilan Proses (Jakarta: Gramedia, 1990)

Slameto, Belajar dan Faktor – Faktor Belajar yang Mempengaruhi (Jakarta: rineka cipta, 1995)

  1. Gulo, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta : Grasindo, TT)

Hamalik, Oemar. 2002. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Soemanto, Wasty. 1998. Psikologi Pendidikan : Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan (Edisi Baru). Jakarta : PT Rineka Cipta

Sudjana, Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, (Bandung : Falah Production ; 2004)

Syafaruddin dan Irwan Nasution, Manajemen Pembelajaran, (Jakarta : Penerbit Quantum Teaching,2005

Incoming search terms:

Author: 

Related Posts

Leave a Reply