Pertolongan pertama pada penderita demam berdarah

 0
Pertolongan pertama pada penderita demam berdarahby adminon.Pertolongan pertama pada penderita demam berdarahPertolongan pertama pada penderita demam berdarah – DBD atau demam berdarah dengue sangat berbahaya, karena bisa merenggut nyawa sang penderitanya, ini biasa terjadi ketika musim penghujan teah memasuki puncaknya, air tergenang dimana-mana, karena itu bisa menjadi sarang yang cocok untuk berkembang biak para nyamuk. Sebelum diobati, penderita harus diberi pertolongan pertama oleh profesional kesehatan. Dr […]

Pertolongan pertama pada penderita demam berdarah – DBD atau demam berdarah dengue sangat berbahaya, karena bisa merenggut nyawa sang penderitanya, ini biasa terjadi ketika musim penghujan teah memasuki puncaknya, air tergenang dimana-mana, karena itu bisa menjadi sarang yang cocok untuk berkembang biak para nyamuk.

Sebelum diobati, penderita harus diberi pertolongan pertama oleh profesional kesehatan. Dr Rita mengatakan bahwa dalam menangani kasus demam berdarah hanya perlu memproduksi banyak cairan karena di dalam tubuh terjadi kebocoran yang membuat cairan hilang. Penderita bisa minum banyak air putih selagi kebocoran terjadi, tetapi jika sudah selesai alias tertutup penderita harus mengurangi asupan cairan tersebut.

waspada demam-berdarah
Berikut ini adalah tindakan medis sebagai bentuk pertolongan pertama terhadap demam dengue:
  • Memasok cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih.
  • Kompres kening pasien agar demam tinggi mereda.
  • Memberikan obat penurun panas sesuai anjuran dokter.
  • Membawa pasien ke rumah sakit atau puskesmas apabila pasien tidak mengalami perubahan positif (penurunan panas serta gejala lain) meskipun telah dilakukan langkah pertolongan pertama.
  • Terpaksa dirawat di rumah sakit apabila kondisi pasien bertambah parah, kesadaran semakin hilang, dan diperburuk dengan tidak bisa minum air hingga muntah terus menerus.

semoga pencegahan ini bisa bermanfaat untuk anda semua.

Author: 

Related Posts

Leave a Reply