Pertolongan pertama pada cidera patah tulang

 0
Pertolongan pertama pada cidera patah tulangby adminon.Pertolongan pertama pada cidera patah tulangPertolongan pertama pada cidera patah tulang – Cidera patah tulang bisa terjadi saat terjadi kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, atau kecelakaan saat dirumah. ini biasa dialami dikarenakan posisi jatuh dari korban  tidak singkron dengan badan, sehingga pada saat jatuh yang menopang tidak kuat menahan beban yang ikut jatuh, disinilah tulang langsung mengalami peristiwa patah, yaitu batang […]

Pertolongan pertama pada cidera patah tulang – Cidera patah tulang bisa terjadi saat terjadi kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, atau kecelakaan saat dirumah. ini biasa dialami dikarenakan posisi jatuh dari korban  tidak singkron dengan badan, sehingga pada saat jatuh yang menopang tidak kuat menahan beban yang ikut jatuh, disinilah tulang langsung mengalami peristiwa patah, yaitu batang tulang yang retak atau terbelah jadi dua, baik itu pada bagian tengah atau ujung nya. Langsung terasa sakit tanpa ampun, bahkan bisa menyebabkan pingsan.

P3K Codera Patah Tulang
                                        P3K Codera Patah Tulang

Penyebab Patah Tulang

Pada dasarnya tulang itu merupakan benda padat, namun masih sedikit memiliki kelenturan. Bila teregang melampau batas kelenturannya maka tulang tersebut akan patah. Cedera dapat terjadi sebagai akibat:

  1. Gaya langsung. Tulang langsung menerima gaya yang besar sehingga patah.
  2. Gaya tidak langsung. Gaya yang terjadi pada satu bagian tubuh diteruskan ke bagian tubuh lainnya yang relatif lemah, sehingga akhirnya bagian lain iilah yang patah. Bagian yang menerima benturan langsung tidak mengalami cedera berarti
  3. Gaya puntir. Selain gaya langsung, juga tulang dapat menerima puntiran atau terputar sampai patah. Ini sering terjadi pada lengan.

Mekanisme terjadinya cedera harus diperhatikan pada kasus-kasus yang berhubungan dengan patah tulang. Ini dapat memberikan gambaran kasar kepada kita seberapa berat cedera yang kita hadapi.

Gejala dan Tanda Patah Tulang

Mengingat besarnya gaya yang diterima maka kadang kasus patah tulang gejalanya dapat tidak jelas. Beberapa gejala dan tanda yang mungkin dijumpai pada patah tulang:

  1. Terjadi perubahan bentuk pada anggota badan yang patah. Seing merupakan satu-satunya tanda yang terlihat. Cara yang paling baik untuk menentukannya adalah dengan membandingkannya dengan sisi yang sehat.
  2. Nyeri di daerah yang patah dan kaku pada saat ditekan atau bila digerakkan.
  3. Bengkak, disertai memar / perubahan warna di daerah yang cedera.
  4. Terdengar suara berderak pada daerah yang patah (suara ini tidak perlu dibuktikan dengan menggerakkan bagian cedera tersebut).
  5. Mungkin terlihat bagian tulang yang patah pada luka.

Pembagian Patah Tulang

Berdasarkan kedaruratannya patah tulang dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Patah tulang terbuka
  2. Patah tulang tertutup

Yang membedakannya adalah lapisan kulit di atas bagian yang patah. Pada patah tulang terbuka, kulit di permukaan daerah yang patah terluka. Pada kasus yang berat bagian tulang yang patah terlihat dari luar. Perbedaannya adalah jika ada luka maka kuman akan dengan mudah sampai ke tulang, sehingga dapat terjadi infeksi tulang. Patah tulang terbuka termasuk kedaruratan segera.

Pembidaian

Penanganan patah tulang yang paling utama adalah dengan melakukan pembidaian. Pembidaian adalah berbagai tindakan dan upaya untuk mengistirahatkan bagian yang patah.

patahbidai

Tujuan pembidaian :

  1. Mencegah pergerakan/pergeseran dari ujung tulang yang patah.
  2. Mengurangi terjadinya cedera baru disekitar bagian tulang yang patah.
  3. Memberi istirahat pada anggota badan yang patah.
  4. Mengurangi rasa nyeri.
  5. Mempercepat penyembuhan

Beberapa macam jenis bidai :

1. Bidai keras

Umumnya terbuat dari kayu, alumunium, karton, plastik atau bahan lain yang kuat dan ringan. Pada dasarnya merupakan bidai yang paling baik dan sempurna dalam keadaan darurat. Kesulitannya adalah mendapatkan bahan yang memenuhi syarat di lapangan. Contoh: bidai kayu, bidai udara, bidai vakum.

2. Bidai traksi

Bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya, hanya dipergunakan oleh tenaga yang terlatih khusus, umumnya dipakai pada patah tulang paha. Contoh: bidai traksi tulang paha.

3. Bidai improvisasi.

Bidai yang dibuat dengan bahan yang cukup kuat dan ringan untuk penopang. Pembuatannya sangat tergantung dari bahan yang tersedia dan kemampuan improvisasi si penolong. Contoh: majalah, koran, karton dan lain-lain.

4. Gendongan/Belat dan bebat.

Pembidaian dengan menggunakan pembalut, umumnya dipakai mitela (kain segitiga) dan memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan daerah cedera. Contoh: gendongan lengan.

Pedoman umum pembidaian

Membidai dengan bidai jadi ataupun improvisasi, haruslah tetap mengikuti pedoman umum sebagai berikut:

  1. Sedapat mungkin beritahukan rencana tindakan kepada penderita.
  2. Sebelum membidai paparkan seluruh bagian yang cedera dan rawat perdarahan bila ada.
  3. Selalu buka atau bebaskan pakaian pada daerah sendi sebelum membidai, buka perhiasan di daerah patah atau di bagian distalnya.
  4. Nilai gerakan-sensasi-sirkulasi (GSS) pada bagian distal cedera sebelum melakukan pembidaian.
  5. Siapkan alat-alat selengkapnya.
  6. Jangan berupaya merubah posisi bagian yang cedera. Upayakan membidai dalam posisi ketika ditemukan.
  7. Jangan berusaha memasukkan bagian tulang yang patah.
  8. Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah. Sebelum dipasang diukur lebih dulu pada anggota badan penderita yang sehat.
  9. Bila cedera terjadi pada sendi, bidai kedua tulang yang mengapit sendi tersebut. Upayakan juga membidai sendi distalnya.
  10. Lapisi bidai dengan bahan yang lunak, bila memungkinkan.
  11. Isilah bagian yang kosong antara tubuh dengan bidai dengan bahan pelapis.
  12. Ikatan jangan terlalu keras dan jangan longgar.
  13. Ikatan harus cukup jumlahnya, dimulai dari sendi yang banyak bergerak, kemudian sendi atas dari  tulang yang patah.
  14. Selesai dilakukan pembidaian, dilakukan pemeriksaan GSS kembali, bandingkan dengan pemeriksaan GSS yang pertama.
  15. Jangan membidai berlebihan.

Pertolongan cedera alat gerak

  1. Lakukan penilaian dini. Kenali dan atasi keadaan yang mengancam jiwa. Jangan terpancing oleh cedera yang terlihat berat.
  2. Lakukan pemeriksaan fisik.
  3. Stabilkan bagian yang patah secara manual, pegang sisi sebelah atas dan sebelah bawah cedera. Jangan sampai menambah rasa sakit penderita.
  4. Paparkan seluruh bagian yang diduga cedera.
  5. Atasi perdarahan dan rawat luka bila ada.
  6. Siapkan semua peralatan dan bahan untuk membidai.
  7. Lakukan pembidaian.
  8. Kurangi rasa sakit dengan cara mengistirahatkan bagian yang cedera, mengompres es pada bagian yang cedera (khususnya pada patah tulang tertutup) dan membaringkan penderita pada posisi yang nyaman.

Demikian ulasan yang bisa kami berikan dan bagikan kepada anda, semoga dengan mengetahui pertolongan pertama pada cidera patah tulang ini, bisa membantu jika anda dalam keadaan darurat.

Incoming search terms:

Author: 

Related Posts

Leave a Reply